Aqiqah adalah ritual keagamaan yang dilakukan oleh umat Islam ketika seorang anak lahir. Ini melibatkan pengorbanan hewan dan pembagian daging kepada orang miskin sebagai cara merayakan kehidupan baru dan menunjukkan rasa syukur kepada Allah (swt) atas berkahnya.

Dalam artikel ini, kami akan menjawab pertanyaan Anda yang paling sering diajukan tentang Aqiqah sehingga Anda dapat mempersiapkan diri dengan baik saat menyambut bayi baru lahir ke dunia.

Apakah Aqiqah Wajib?

Meskipun tidak wajib untuk melakukan Aqiqah, itu adalah Sunnah yang sangat dianjurkan yang biasa dilakukan oleh Nabi (saw) dan para sahabatnya. Nabi (saw) melakukan Aqiqah untuk kelahiran Al-Hasan dan Al-Husain, cucu-cucunya.

Mengapa kita harus melakukan Aqiqah?

Aqiqah merupakan salah satu sarana untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah dikaruniai seorang anak. Ini juga merupakan sarana untuk melindungi anak dari Setan dan menangkal penyakit.

Para ulama juga menyebutkan bahwa Aqiqah membawa anak lebih dekat kepada Allah dan berfungsi sebagai pengingat kepada orang tua bahwa anak-anak mereka memiliki hak atas mereka dalam Islam.

Siapa yang harus melakukan Aqiqah?

Aqiqah dilakukan oleh orang tua atau wali dari anak yang baru lahir. Menurut mayoritas ulama, setiap Muslim dewasa yang memenuhi syarat untuk membayar zakat atau memiliki cukup uang untuk melakukan Aqiqah harus melakukannya. Seekor hewan kecil (domba atau kambing) dihitung sebagai satu Aqiqah.

Kapan sebaiknya Aqiqah dilakukan?

Disunnahkan untuk melakukan Aqiqah pada hari ketujuh kelahiran bayi atau jika tidak pada hari ketujuh, hari ketujuh berikutnya dan seterusnya (14, 21 dst.). Menurut para ulama, seseorang dapat melakukan aqiqah sampai anak tersebut dewasa.

Beberapa ulama telah memberikan Fatwa bahwa Aqiqah sah sampai kematian dan orang dewasa dapat melakukan Aqiqah untuk dirinya sendiri jika tidak dilakukan ketika dia masih bayi.

Berapa banyak hewan aqiqah yang harus dikorbankan?

Dua hewan harus dikorbankan untuk kelahiran anak laki-laki dan satu hewan untuk anak perempuan. Namun, tidak ada batasan berapa banyak hewan yang dapat Anda tawarkan.

Aisyah (ra) melaporkan Rasulullah (saw) berkata, ‘Sembelih untuk anak laki-laki dua domba yang cocok dan untuk anak perempuan, hanya satu. Tidak masalah apakah domba itu jantan atau betina’. [Ahmad]

Jenis hewan apa yang harus dipersembahkan untuk Aqiqah?

Saat menawarkan Aqiqah, aturan yang sama berlaku seperti Qurban. Hewan harus memiliki usia dan kelayakan tertentu. Untuk domba minimal 6 bulan dan kambing 12 bulan. Hewan juga harus sehat tanpa cacat seperti tanduk atau gigi patah. Disarankan untuk menawarkan hewan terbaik yang dapat Anda temukan.

Nabi (saw) berkata, ‘Kurban terbaik adalah yang mahal harganya dan sangat gemuk’. [Ahmad]

Bagaimana seharusnya Aqiqah dilakukan?

Saat menawarkan Aqiqah, penyembelih harus membuat niat untuk Aqiqah atas nama bayi dan orang tua dan membaca doa berikut:

Untuk anak laki-laki:

Dengan nama Tuhan dan melalui Tuhan, ini adalah Aqiqah (nama anak laki-laki), anak (nama ayah): dagingnya (yaitu, daging kurban aqiqah) untuk darah dagingnya, tulangnya untuk tulangnya, rambut untuk rambutnya, kulitnya untuk kulitnya. Ya Allah, semoga menjadi perlindungan bagi keluarga Muhammad (saw) dan keluarganya.

Untuk seorang gadis:

Dengan Nama Allah dan melalui Allah, inilah Aqiqah dari (nama gadis itu), putri dari (nama ayah): dagingnya untuk dagingnya, darahnya untuk darahnya, tulangnya untuk tulangnya, rambutnya untuk rambutnya, kulitnya untuk kulitnya. Ya Allah, semoga menjadi perlindungan keluarga Muhammad, saw dan keluarganya.

Apakah saya harus mencukur rambut bayi saya untuk Aqiqah?

Disarankan untuk mencukur rambut bayi Anda sebagai simbol penyucian. Rambut yang dipotong kemudian harus ditimbang dan nilai yang setara dengan perak harus diberikan sebagai sedekah kepada orang miskin. Pengorbanan harus dilakukan setelah rambut dicukur atau pada saat yang sama tetapi tidak sebelumnya.

Bagaimana seharusnya daging aqiqah didistribusikan ?

Sama seperti Qurban, adalah Sunnah untuk membagi daging menjadi tiga bagian satu bagian untuk keluarga Anda, satu bagian untuk kerabat dan teman dan satu bagian untuk dibagikan kepada orang miskin.

Juga merupakan kebiasaan untuk mengadakan walimah (jamuan makan) dan mengundang keluarga dan teman-teman untuk makan dari daging untuk merayakan kelahiran anak.

Bisakah saya memberi Saqadah daripada melakukan Aqiqah?

Aqiqah adalah ibadahnya sendiri yang tidak bisa digantikan. Oleh karena itu, Anda tidak bisa hanya memberikan jumlah yang sama dalam amal daripada melakukan Aqiqah. Namun, Anda dapat memesan Aqiqah Anda dari Tangan Muslim, dan tukang daging bersertifikat akan melakukan pengorbanan dan mendistribusikan daging kepada orang miskin atas nama Anda.

Jika Anda ingin mengadakan aqiqah sebaiknya Anda menghubungi layanan jasa paket aqiqah jakarta yang berpengalaman dan melayani aqiqah sesuai syariat islam.

FAQ Aqiqah – Aturan dan Fiqh Aqiqah

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published.